Akhirnya ada niat lagi buat
nulis blog, setelah sekian lama fakum. Aku nulis blog ini disela-sela waktu PKL
dan penulisan Tugas Akhir. Lumayan lah buat ngilangin jenuh bikin laporan dan
nyusun Tugas Akhir. Sebenernya perjalanan ke Banyuwangi ini udah sekitar 8
bulan yang lalu, tapi baru ada niat buat nulis ceritanya sekarang. Mohon
dimaklumin yaa, namanya juga mahasiswa kebanyakan tugas terus giliran ada waktu
free pasti buat istirahat sama jalan-jalan.
Pada saat itu aku berangkat ke
Banyuwangi Cuma berdua, sama saudara ku. Kita berangkat dari Bali menggunakan sepeda
motor, niat banget kan kita. Ini pertama kali aku pergi ke Jawa dengan sepeda
motor. Rasanya seruuu, tapi capek juga duduk berjam-jam di motor. Kita ke
Banyuwangi dalam rangka liburan dan merayakan Hari Raya Idul Adha, karena
saudara ku sebernernya dari Banyuwangi tapi kerja di Bali. Perjalanan dari
Ungasan ke Pelabuhan kira-kira sekitar 4 jam, itu pun saudaraku ngebut banget
ngendarain motornya. Sampai di Pelabuhan ternyata tiket nyebrangnya murah
banget, buat pengendara sepeda motor cuma sekitar Rp 25,000. Jangan lupa bawa
kartu identitas yang lengkap ya, seperti KTP, SIM, dan Surat Kendaraan. Supaya
gak bermasalah waktu mau masuk ke Pelabuhan.
Pelabuhan Gilimanuk
Itu foto yang sempat aku ambil
saat berada di Pelabuhan Gilimanuk. Perjalanan menggunakan kapal laut cuma
sekitar 20 sampai 30 menit dan kita sampai di Pelabuhan Ketapang. Gak sabar
rasanya pengen ketemu sama om dan tante ku di Banyuwangi. Dari Pelabuhan kita melanjutkan
perjalanan ke Desa Licin, rumah saudaraku. Aku akan tinggal selama 4 hari
disana. Dihari pertama aku habiskan untuk beristirahat, berkenalan dengan
tetangga-tetangga disana dan berkeliling desa. Padahal sebenarnya pengen
berwisata kuliner di Banyuwangi, tapi karena sedang Hari Raya semua warung
makan pada tutup.
Dihari kedua aku belum bisa mengeksplore Banyuwangi karena pada hari itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jadi aku ikut serta membantu tante ku untuk mempersiapkan acara. Ini petama kalinya aku melihat langsung bagaimana perayaan Idul Adha. Melihat langsung proses penyembelihan Kambing dan membuat berbagai macam olahan dari kambing, seru sekali rasanya karena menambah pengalaman baru.
Dihari kedua aku belum bisa mengeksplore Banyuwangi karena pada hari itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jadi aku ikut serta membantu tante ku untuk mempersiapkan acara. Ini petama kalinya aku melihat langsung bagaimana perayaan Idul Adha. Melihat langsung proses penyembelihan Kambing dan membuat berbagai macam olahan dari kambing, seru sekali rasanya karena menambah pengalaman baru.
Hari ketiga di Banyuwangi aku
dan saudara ku memutuskan untuk mendaki Gunung Ijen. Pendakian kali ini
persiapan kami sangat minim. Kami berangkat dari Desa Licin ke Kawah Ijen
menggunakan sepeda motor, kami berangkat sekitar pukul 6 pagi dengan hanya
membawa Jaket, syal dan masker. Sangat simple bukan. Perjalanan menggunakan
sepeda motor kira-kira sekitar 1 jam, dengan jalan yang menanjak,
berbelok-belok, dingin dan penuh kabut. Sesampai di Pos pertama pendakian kawah
ijen kami membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiketnya murah, hanya 15 ribu
perorang. Tak lupa kami membeli air mineral untuk bekal di perjalanan.
Belum sampai puncak viewnya udah kayak gini
Buat Kalian yang berniat untuk
mendaki Gunung Ijen, sebaiknya persiapkan fisik yang kuat karena rute
pendakiannya cukup melelahkan, persiapkan juga persediaan makanan, minuman dan
masker karena bau belerang yang cukup keras saat mendekati puncak. Tetapi
jangan khawatir, untuk menghemat biaya kalian tidak memerlukan guide karena
Jalan pendakian sudah sangat jelas dan kalian juga akan bertemu dengan banyak
pendaki lain disepanjang perjalanan. Buat kalian yang pengen mendaki tapi gak
mau capek, di Ijen juga ada ojek kereta dorong gitu buat naik atau turun
gunung, tapi harganya lumayan mahal. Karena perjuangan ngegojeknya juga berat.
Salut Banget sama mas tukang ojek kereta dorongnya.
View sepanjang perjalanan
Sekitar
2 jam kita mendaki, akhirnya sampai juga di puncak. Rasa capek selama proses
mendaki seketika hilang waktu udah sampai dipuncak dan bisa liat kawah ijen
secara langsung. Karena kita sampai di Puncak sekitar pukul 9 pagi, orang-orang
udah pada turun dan dipuncak sepi banget. Serasa private gitu hehe. Tapi
jadinya kita gak bisa liat blue fire karena mendaki kesiangan. Walaupun begitu
pesona Ijen tetep gaada matinya.
Salah satu foto di puncak Kawah Ijen
Bonus karena aku suka banget fotonya
Setelah
dari Ijen kita melanjutkan perjalanan ke Kali Pahit dan Kawah Wurung. Pemandangan
sepanjang jalannya manjain mata banget. Sepanjang jalan sebelum sampai ke Kawah
Wurung kita bakalan ngelewati kebun kopi yang cukup luas. Rumah penduduk yang
kita lewatin juga bagus, rapi banget, banyak yang berkebun bunga mawar di
halaman rumah. Tapi sayang pada saat itu beberapa akses jalan ke Kawah Wurung
masih sangat rusak. Anyway pada saat itu buat masuk ke Kawah Wurung belum
dipungut biaya. Kita berkunjung kesana waktu kemarau jadi bunga bunga liar lagi
enggak bermekaran. Tapi pemandangannya mahh tetep gak mengecewakan.
Kali Pahit
Kawah Wurung
Sebernarnya di hari terakhir di
Banyuwangi aku juga sempet jalan-jalan ke tempat yang namanya Kali Bendo. Tapi
foto-fotonya lupa aku save dimana, buat yang mau kepoin bisa liat di
instagramku ya. Kali Bendo juga recommended banget kok buat dikunjungin. Di
Kali Bendo objek wisatanya udah ditata dengan bagus, jadi gak bakal nyesel. Kalian
juga bisa sambil main air disana, Airnya bersih dan jernih banget. Kayaknya itu
dulu yang bisa aku ceritain tentang Trip di Banyuwangi.
Terimakasih
sudah meluangkan waktu buat membaca Stories of Mine :)







Comments
Post a Comment